KEBHINEKAAN DESA-DESA NUSANTARA: Perspektif Masyarakat Adat

Rp0

Jumlah Halaman : 278 hlm.

Tanggal Terbit      : Agustus 2020

Bahasa                 : Indonesia

Penerbit               : Sanggar Inovasi Desa

Lebar                    : 13 cm

Panjang                : 19 cm

Description

Semangat untuk kembali belajar kepada masyarakat adat di masa pandemi ini juga dirasakan dalam acara Kongres Kebudayaan Desa. Secara khusus, serangkaian talkshow bertajuk Festival Kebudayaan Desa (FKD) dihelat pada tanggal 13 s.d 16 Juli 2020. Diskusi selama empat hari itu terbagi dalam delapan seri dengan menghadirkan 13 desa adat, di antaranya: Boti (Nusa Tenggara Timur), Merauke dan Mappi (Papua), Sigi (Sulawesi Tengah), Badui (Banten), Aceh, Minang (Sumatra Barat), Melayu-Sriwijaya (Sumatra Selatan), Batak-Toba (Sumatra Utara), Tidore (Maluku Utara), Dayak (Kalimantan), Bajo (Sulawesi), Biak (Papua), dan Paer Daya (Lombok). Tujuan penyelenggaraan FKD yakni bermaksud untuk menggali gagasan, pemikiran, praktik kebudayaan yang dihidupi dalam ruang keseharian warga desa-masyarakat adat di Indonesia. Upaya ini penting untuk meletakkan kembali fondasi kebudayaan dalam tatanan Indonesia baru. Oleh karena itu, “Arah Tatanan Indonesia Baru, Perspektif Desa-Desa Nusantara: Pergulatan Gagasan dan Parade Visual Kebhinnekaan Desa-Masyarakat Adat di Indonesia” menjadi tema besar dalam festival ini. Buku ini menjadi output dari Kegiatan FKD yang telah diselenggarakan.