Berita

Kampung Modern dari Berau, Kini Labanan Makmur Menjadi Smart Village

Kampung Labanan Makmur yang terletak di Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau adalah kampung yang menjadi simpul pertemuan berbagai aktivitas sosial, ekonomi, dan pelayanan publik untuk kawasan perkampungan di sekitarnya. Bagaimana tidak? Posisi yang strategis menjadi tumpuan bagi kampung-kampung lainnya, dengan kata lain Labanan Makmur menempati titik arus transportasi menuju kota maupun jalan antar kecamatan. Hal ini dipandang menjadi suatu kelebihan yang perlu diperhatikan agar manfaat dari kelebihan tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat.

Pemkam menyadari kemungkinan akselerasi perubahan kampung karena posisinya dalam perlintasan ini, termasuk antisipasi kebutuhan penataan ruang. Kepala Desa Labanan Makmur, Mupit Datusahlan beranggapan bahwa untuk membuat blueprint pembangunan kampung di masa yang akan datang penting untuk menentukan zonasi. Tata ruang yang diangan-angankan oleh pemerintah kampung sudah terpatri dalam sebuah rencana yang ideal dengan rincian menentukan zonasi untuk sawit rakyat, perkebunan karet, dan perkebunan pala atau lada.

Ini adalah sebuah harapan yang ingin diwujudkan guna menjaga nilai atau produksi perkebunan dan atau pertanian di Labanan Makmur, namun diperlukan partisipasi dari masyarakat. Apabila masyarakat dan pemerintah kampung saling bersinergi maka sistem zonasi tersebut memberikan dampak yang baik yakni tidak mengganggu arus distribusi dan pasar. Selanjutnya, Muspit Datusahlan pun juga mengungkapkan bahwa pembangunan akurat dan tepat sasaran didapat melalui data yang kuat dan riset yang baik. Atas keinginan luhur tersebut, pemerintah kampung memiliki inisiatif melakukan pemetaan menggunakan drone agar lebih efektif untuk melengkapi kebutuhan perencanaan pembangunan kampung.

Dibalik majunya Kampung Labanan Makarti sekarang ini, ada proses dan perjuangan dari masa ke masa. Kampung ini merupakan salah satu tujuan transmigrasi pertama di Berau, Kalimantan Timur pada tahun 1982. Kondisi ketika itu, tanah masih begitu tandus sebuah alasan mengapa tanaman sulit bertahan hidup. Lambat laun tanah yang dulunya tandus dapat diperbaiki dan kini berbagai macam tanaman dapat tumbuh, seperti tanaman gaharu yang kehidupannya dihadirkan di Kampung Labanan Makmur oleh seorang transmigran dari Kudus, Jawa Tengah. Sebuah inovasi muncul memanfaatkan tanaman gaharu untuk dijadikan teh dengan menyematkan produk “The Gaharu Labanan”.

Patut diberi apresiasi atas progresivitas baik yang dicapai oleh Kampung Labanan Makmur mengingat dahulu sempat mencicipi tandusnya tanah yang dipijak, namun sekarang perkembangannya cukup pesat dan berhasil menyadang sebagai kampung mandiri. Inovasi untuk mengembangkan desa masih terus digalakan dan melahirkan sebuah gebrakan “Smart Village” yakni sebuah inovasi yang mengedapankan teknologi digital dalam pelayanan masyarakat. Menurut Any Sundari dan Ahmad Musyaddad selaku fasilitator yang mendampingi Kampung Labanan Makmur memaparkan bahwa Pemkam Labanan Makmur memiliki kesadaran yang baik dalam mengurus pemerintahan. Mindset dan cara kerja yang tidak membatasi urusan kampung sebatas urusan administratif, telah bekerja baik, Selain isu tata ruang, pendekatan pada peluang munculnya problem pertumbuhan karekater urban dari kampung didekati dengan isu pengelolaan persampahan, penataan pasar, perhatian pada kelompok lansia, sampai dengan terobosan menyediakan aplikasi sistem pelayanan desa,. Aplikasi ini melengkapi website kampung yang telah ada. Progresivitas Labanan Makmur ditangkap baik oleh pemkam lain. Labanan Makmur adalah salah satu rujukan untuk melakukan studi banding, meskipun umumnya mereka justru berasal dari luar Kabupaten Berau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *