BeritaImplementasi Akademi Kampung SIGAP

Badan Usaha Milik Kampung Ini Menjual 900 Butir Telur Perhari

Kesulitan warga dan pengecer di Labanan Makarti dalam mendapatkan telur berujung membuahkan inovasi yang memecahkan permasalahan tersebut. “Waktu itu saya diundang oleh Pak Kepala Kampung untuk membentuk Badan Usaha Milik Kampung (BUMK). Kemudian, saya terinspirasi menjalankan usaha di bidang peternakan. Selaku komisaris BUMK, beliau sangat mendukung ide saya,” tutur Bro Dea, pengelola BUMK.

Inovasi yang berdasarkan keadaan masyarakat tersebut membawa BUMK membangun unit usaha ternak ayam petelur pada tahun 2019. Tindakan antisipasi agar warga tidak terganggu dengan aroma khas peternakan sudah diperhitungkan sebaik mungkin, hal itu menjadi alasan letak kandang ayam berada di antara perkebunan. Berkat kehadiran unit usaha tersebut, akhirnya warga mampu merasakan pemenuhan kebutuhan telur jauh lebih mudah didapat.

Pengelolaan sudah berjalan baik, hingga saat ini, jumlah ayam yang diternakan oleh BUMK mencapai 1000 ekor dengan produktivitas yang cukup tinggi. Setiap hari mereka berhasil menjual 900 butir dari permintaan berbagai pihak. Seringnya, pembeli berasal dari pengecer yang nanti telur tersebut akan di distribusikan ke warung atau pun ke pasar tradisional.

Tidak berhenti pada unit usaha ternak ayam petelur, BUMK masih terus memantik usaha lain agar eksistensinya bermanfaat bagi warga. Hanya saja untuk mewujudkannya ditemui tantangan dan hal itu tentu jadi catatan untuk BUMK sendiri. “Usaha petelur sudah berjalan, sudah bagus, tapi bagaimana usaha ayam petelur memantik usaha yang lain agar keberadaan BUMK bermanfaat luas,” kata Aditya Mahendra selaku fasilitator Yayasan Sanggar Inovasi Desa (YSID) yang mendampingi Kampung Labuan Makarti.

Aditya menjelaskan, beberapa skenario yang dilakukan untuk mengembangkan unit usaha BUMK yakni salah satunya membuat pakan ayam, tapi kendalanya adalah di Labuan Makarti tidak ada yang berminat membuat pakan, sedangkan pasar sudah ada sebab produk tersebut pasti akan dibeli oleh BUMK. Jadi, unit usaha yang direncanakan berupa penyediaan pakan ternak oleh warga dan yang kedua kemitraan ternak. Maksud dari kemitraan ternak ini adalah apabila warga memiliki lahan sekaligus modal dipersilahkan berternak ayam. Proses berternak nantinya diajari dan telur yang dihasilkan akan dibeli BUMK.

Secara ilmu, mereka mengetahui cara untuk menjual serta jaringan pasarnya sudah terbentuk. Kendala hanya pada produksi telur yang masih kurang, padahal pasar telur ayam di Kabupaten Berau cukup besar. Rencana lain yang diusahakan BUMK sekarang adalah sedang menggali kemungkinan-kemungkinan bekerja sama dengan BUMK lain, misalnya ada kerja sama dalam memasarkan hasil ternak ayam petelur. Unit usaha tersebut patut diapresiasi sebab grafik kenaikannya sudah terlihat, meskipun keuntungan yang diperolah belum begitu besar dan sejauh ini, BUMK di Labuan Makarti relatif bagus dalam tata pengelolaannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *