BeritaImplementasi Akademi Kampung SIGAP

Menggali Potensi Besar di Biatan Bapinang

Pelatihan keempat diadakan pada tanggal 28—29 Mei 2021 bertempat di Kampung Biatan Bapinang. Seperti kegiatan yang sebelumnya sudah terlaksana, hari pertama pelatihan lebih banyak berdiskusi mengenai isu-isu strategis yang tampak ke permukaan. Berdasar pada isu-isu yang diangkat, fasilitator membantu melihat posisi sektor yang dianggap berprioritas untuk didalami potensi-potensinya agar dapat dikembangkan secara memadai. Sektor-sektor yang perlu diberi atensi penuh adalah pengelolaan wisata air panas, sistem informasi desa, dan kebudayaan. Kemudian, di hari kedua menjadi kegiatan untuk mengembangkan isu-isu yang sebelumnya sudah dibahas dan diarahkan menuju langkah yang lebih konkrit. Keberlangsungan pendampingan selama dua hari berturut-turut berjalan cukup lancar, namun pertemuan di hari kedua ada sebagian peserta yang tidak dapat hadir karena acara pelatihan berbenturan dengan kegiatan upacara adat di Kampung Biatan Bapinang.

Letak wisata air panas berada di wilayah perbatasan antara Kampung Biatan Bapinang dan Kampung Tabalar. Luas lokasi wisata tersebut berkisar 12 hektar dengan posisi sumber air panas bertempat di Kampung Biatan Bapinang, namun sampai saat ini pengelolaan masih berada dibawah wewenang Dinas Pariwisata Kabupaten Berau. Hal itu menjadi suatu kendala bagi BUMK ketika ingin memanfaatkan dan mengoptimalkan potensi dari wisata air panas. Langkah yang diambil guna mengatasi masalah tersebut, pemerintah kampung sedang berupaya menjalin komunikasi dengan dinas pariwisata untuk mendorong terbitnya izin agar pendayagunaan wisata air panas dapat dikelola oleh BUMK. Ketika izin tersebut diberikan, pemerintah kampung menyatakan kesanggupannya menginventasi ulang dengan membangun berbagai sarana pendukung.

Ide-ide abstrak yang digagas oleh pemerintah kampung dalam upaya mengembangkan potensi wisata air panas dianalisis kelayakan usahanya. Melalui hasil analisis didapatkan angka-angka yang lebih visibel apabila wisata tersebut dikelola oleh BUMK. Pengoptimalan mengelola wisata air panas dianggap dapat memberikan efek samping yang positif terhadap unit usaha yang dikelola BUMK maupun yang dikelola oleh warga. Selama ini unit usaha yang bisa dimanfaatkan BUMK hanya BRI Link. Secara prospektif bisnis, pendapatan BRI Link terbilang kecil, namun berdasar pada analisis kelayakan usaha yang sudah dilakukan, pendapatan tersebut dapat meningkat secara signifikan dengan cara pengelolaan wisata air panas di bawah wewenang BUMK.

Kendala lain yang dihadapi adalah mengenai kepengurusan BUMK. Pemerintah kampung sudah mencanangkan berbagai rangkaian upaya untuk menangani kendala tersebut. Langkah yang sudah direncanakan oleh pemerintah kampung adalah penyesuaian peraturan kampung tentang BUMK agar mengacu kepada PP 11 tahun 2021, restrukturisasi untuk melanjutkan peraturan kampung yang akan diterbitkan, serta melakukan penyesuaian Anggaran Dasar (AD) dan atau Anggaran Rumah Tangga (ART) terhadap peraturan kampung yang baru. Untuk melengkapi ketiga upaya dalam membentuk kepengurusan BUMK yang ideal akan diadakan musyawarah-musyawarah rencana usaha dari pemanfaatan wisata air panas.

Isu strategis kedua yang perlu disorot selama pelatihan adalah mengenai sistem informasi desa. Kendala tersebut menyebabkan warga kesulitan mendapat surat-surat yang diterbitkan oleh pemerintah kampung. Selain itu, dalam melakukan penomoran surat sering terjadi tidak adanya sinkronisasi. Pemerintah kampung menyadari bahwa kerapian database surat masuk dan surat keluar merupakan hal yang sangat penting. Adanya kendala-kendala tersebut membuat pemerintah kampung membutuhkan sistem administrasi pelayanan yang terpadu. Sistem administrasi terpadu diharapkan menjadi ruang kerja bersama antar petugas pemerintah kampung.

Pemerintah Kampung Biatan Bapinang dapat dikatakan memiliki banyak wacana kegiatan yang bertujuan mengembangkan potensi sumber daya alam maupun sumber daya manusia, serta bertujuan memperbaiki kendala-kendala yang ada. Usaha yang ingin dilakukan oleh pemerintah kampung guna memanfaatkan sumber daya manusia yaitu dengan rencana menyediakan ruang bagi anak-anak muda di Kampung Biatan Bapinang. Menciptakan suatu wadah aspirasi menjadi permulaan yang baik untuk merangkul anak muda untuk membantu mengembangkan potensi-potensi yang ada dan menggali potensi-potensi yang masih tersembunyi.

Sumber foto : http://www.backpackerborneo.com/2015/11/sumber-air-panas-asin-pemapak-satu-lagi.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *