BeritaImplementasi Akademi Kampung SIGAP

Cita-cita Besar Kampung Talisayan Menjadi Pariwisata Bahari Berkelanjutan

Pada tanggal 26—27 Mei 2021 Yayasan Sanggar Inovasi Desa (YSID) dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) singgah di Kampung Talisayan yang merupakan kampung terpadat di antara daerah-daerah Kabupaten Berau bagian selatan. Kegiatan yang dilakukan hari pertama masih seputar pelatihan guna membahas isu-isu strategis serta melihat potensi yang perlu dikembangkan. Untuk pelatihan di hari kedua lebih menitikberatkan terhadap transfer pengetahuan yang diharapkan dapat mengimplementasikannya di kemudian hari. Berdasar pada pelatihan yang telah terlaksana, pemerintah kampung maupun BUMK sudah dapat mengindentifikasi kelebihan-kelebihan yang ada dan secara abstrak merancang konsep dalam upaya meningkatkan potensi.

Sebagai daerah terpadat, sendi perekonomian di Kampung Talisayan sejauh ini berjalan cukup intensif. Pergerakan ekonomi yang ada tidak terlepas dari sektor perikanan, hal itu dikarenakan lokasi kampung tersebut berada di pesisir. Masyarakat menggunakan cara tersendiri yang cukup aman bagi lingkungan dalam proses penangkapan ikan yaitu dengan membangun bagan. Sejumlah 80 bagan terpasang di perairan yang tidak jauh dari Kampung Talisayan dan kepemilikan bagan-bagan tersebut oleh perorangan. Cara tersebut cukup efektif untuk meningkatkan hasil tangkapan ikan. Melihat potensi besar di sektor perikanan menjadi salah satu kekuatan yang mendorong BUMK untuk mengelola tempat pembongkaran ikan (TPI).

Kapasitas hasil laut yang melimpah tidak diabaikan oleh masyarakat, mereka menyadari komoditas utama di daerahnya adalah ikan. Kesadaran-kesadaran tersebut kemudian membentuk kreativitas masyarakat untuk mengolahnya. Unit-unit usaha yang berdiri di Kampung Talisayan didominasi oleh olahan ikan dalam bentuk kerupuk dan abon. Pemerintah kampung dan BUMK menyadari akan potensi tersebut, kemudian disusun wacana-wacana memanfaatkan sebagian ikan yang berukuran kecil untuk membuat tepung ikan dengan tujuan dapat digunakan sebagai pakan ternak. Proses pembuatan tepung ikan dianggap mudah dan teknologi yang dibutuhkan cukup sederhana, sehingga BUMK bertekad akan mengembangkan unit usaha tersebut.

Perbedaan kondisi geografis di Kampung Talisayan memunculkan sebuah keunikan yang tidak dimiliki daerah lain. Dasar laut di pantai Talisayan yang berupa pasir menjadi tempat yang disukai sekelompok hiu tutul. Selain itu, kegiatan nelayan memilah ikan dan membuang ikan kecil ke laut menjadi keuntungan, sebab ikan-ikan kecil adalah makanan bagi hiu tutul dan hal tersebut  penyebab hiu tutul sering singgah di Pantai Talisayan. Sehubung hiu tutul hewan yang langka, BUMK memanifestasikan keunikan daerah tersebut menjadi lokasi wisata konservasi. Pengelolaannya sampai saat ini bisa dikatakan belum optimal, namun pemerintah kampung dan BUMK sudah mencanangkan peningkatan ke arah yang lebih baik. Sektor pariwisata yang ada di Kampung Talisayan tidak hanya bertumpu pada wisaya konservasi, masih banyak potensi-potensi yang belum tergarap, seperti terdapat sungai yang dapat didayagunakan untuk arum jeram, serta goa yang bisa dimanfaatkan untuk menunjang pariwisata. Tidak hanya pengelolaan wisata konservasi hiu tutul yang menjadi catatan, melainkan pengembangan potensi menjadi isu yang krusial yang akan ditindaklanjuti oleh BUMK.

Adanya potensi besar yang disadari memunculkan cita-cita besar yang ingin dicapai yaitu menciptakan citra Kampung Talisayan sebagai wisata bahari berkelanjutan. Melalui ragam diskusi tentang pembahasan isu-isu strategis, didadapatkan tiga output yang dapat menyokong cita-cita besar: visi Kampung Talisayan, optimalisasi produk olahan hasil laut, dan pengelolaan pariwisata terintegrasi. Pelatihan hari kedua diadakan untuk menganalisis kelayakan usaha sebelum merealisasikan langkah yang lebih konkrit. Sebagai contoh, melalui analisis ditemukan hasil bahwa optimalisasi usaha TPI akan mendapat balik modal sekitar delapan bulan. Selain itu, materi yang dihadirkan mengenai perbaikan sistem manajemen antara pemerintah kampung dan BUMK. Hal tersebut berperan penting menciptakan keselarasan bekerja dengan harapan dapat mengoptimalkan kinerja guna mencapai cita-cita besar Kampung Talisayan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *