Berita

Pendampingan Implementasi Akademi Kampung SIGAP Hari ke- 11 : Perencanaan Pembangunan Desa dan Value Change Management

Kampoeng Mataraman, Bantul – DIY,  Webinar seri 11 sesi pertama Pelatihan dan Pendampingan Akademi Kampung Sigap, dilaksanakan Senin, 05 April 2021 pukul 08.30 -11.00 WIB. Kegiatan Webinar kali ini, masih dipandu oleh mentor virtual  dari  Yayasan Sanggar Inovasi Desa (YSID) yaitu Muhammad Zidny Kafa dan Any Sundari, serta bertindak sebagai narasumber Yuli Trisniati, S.H. – Sekretaris Desa atau Carik  sejak tahun 2003– Pemerintah Kalurahan Panggungharjo dengan materi Perencanaan Pembangunan Desa.

Pengantar dari Zidny, selaku mentor virtual. Dalam melakukan forum perencanaan pembangunan Desa, seperti Musdus, Musrenbangdes Musdes hanya sebagai forum formalitas belaka. Dokumen perencanaan pembangunan nantinnya akan menjadi dokumen teknokratis Desa/Kampung.

Perencanaan Pembangunan Desa : tahapan kegiatan Pembangunan Desa dengan melibatkan BPD dan masyarakat. Adapun Dokumen Perencanaan Pembangunan Desa ada dua, yaitu : RPJMDes : 6 tahun dan RKPDes :  1 tahun. Selanjutnya RPJMDes dan RKPDes ditetapkan dengan Peraturan Desa.

Tahapan Pengkajian Perencanaan Pembangunan Desa  (RPJMDes) : Baik RPJMDes mupun RKPDes dilakukan oleh tim penyusun berjumlah  :  11 orang terdiri dari :

  1. Kepala Desa
  2. Sekretariat Desa
  3. LPMD
  4. Tokoh Masyarakat
  5. Perwakilan Perempuan
  6. Kepala Dusun
  7. KPMD

Adapun tahap-tahap penyusunan RPJMDes :

  1. Musyawarah Dusun (Musdus) – RPJMDes : dilaksanakan pada malam hari. Di Panggungharjo dilakukan selama 14 malam, yang dilakukan oleh Tim yang terdiri dari : Pemerintah Desa, BPD, LPMD, Karang Taruna, PKK, BUMDes, Pakarti (Paguyuban Ketua RT) dan tokoh masyarakat di Dusun. Di dahului dengan melakukan  FGD/Workshop : 10 tema isu yang dibahas di Panggungharjo, antara lain : Pendidikan, Kesehatan, Pemuda, Perempuan dan Anak, Ekonomi, Kedaulatan Pangan dan Lingkungan, Agama dan Kebudayaan, Keamanan dan ketertiban, Reformasi Birokrasi, Tata Ruang dan Infrastruktur. Di Panggungharjo Workshop dilakukan pada hari Senin dan FGD dilaksanakan pada hari kamis.
  2. Musyawarah Desa (Musdes) – RPJMDes : yang melaksanakan adalah BPD dengan melibatkan semua stake holder yaitu Pemerintah Desa, BPD, LPMD, Karang Taruna, PKK, BUMDes, Pakarti (Paguyuban Ketua RT), semua tokoh di Desa dan perwakilan lembaga Desa.  
  3. Musrenbang – RPJMDes : yang melaksanakan Pemerintah Desa. Disepakati skala prioritas program kegiatan yang mendesak dan harus dilaksanakan selama 6 tahun.
  4. Penetapan RPJMDes dengan Peraturan Desa : BPD menerima RPJMDes yang sudah disepakati melalui Musrenbang satu minggu setelah jadi untuk menjadi Peraturan Desa.

Tahapan Perencanaan Pembangunan Desa (RKPDes) : RKPDes : menjabarkan RPJMDes yang sudah ditetapkan oleh BPD , setiap tahunnya. Baik RPJMDes mupun RKPDes dilakukan oleh tim penyusun berjumlah  :  11 orang terdiri dari :

  1. Kepala Desa
  2. Sekretariat Desa
  3. LPMD
  4. Tokoh Masyarakat
  5. Perwakilan Perempuan
  6. Kepala Dusun
  7. KPMD

Adapun langkah- langkah penyusunan RKPDes :

  1. Musdus  – RKPDes
  2. Musdes – RKPDes
  3. Musrenbang – RKPDes
  4. Penetapan RKPDes dengan Peraturan Desa

Tanggapan dari Zidny : Bagaimana menurunkan frame CIPOO  menjadi dokumen RPJMDes, dokumen perencanaan Desa/Kalurahan secara komprehensif dan sistematis.

Pertanyaan dari Murjani, dari  Kampung Melati Jaya. Bagaimana apabila dalam perjalanannya RPJMDes mengalami  perubahan, dan tim sebelasnya tidak dapat bekerja sampai selesai?

Jawaban dari Yuli : Perlu review terkait adanya UU 6 tahun 2014, yang dilakukan di Panggungharjo review per bidang dan jangka waktu dari 5 tahun menjadi 6 tahun, kemudian lampiran yang dirubah hanya pasal-pasalnya yang mengalami review saja dan penyesuaian tim baru lagi. Pengalaman di Panggungharjo yang menyusun adalah Sekretariat Desa, dengan melihat RPJMD Kabupaten yang sudah ada kemudian terkait data-data diambil dari tim RPJMDes, dan selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten yang ada kaitannya.

Pertanyaan dari Endri Pemerintahan Kampung Maluang, ada pemilihan Kepala Kampung Maluang, apa dapat dibantu oleh YSID dalam hal penyusunan RPJMKal Maluang?

Jawaban dari Any Sundari : Pemerintah Kampung Maluang dapat menduplikasi praktik-praktik baik yang terjadi di Panggungharjo, misalnya mulai menduplikasi forum-forum FGD atau workshop.

Tambahan jawaban dari Zidny : Pada prinsipnya YSID akan membantu proses-proses dalam pelatihan dan Pendampingan yang dilakukan oleh YSID, tetapi lembar kerja yang telah diberikan dalam pelatihan dan pendampingan harus dipahami kembali, agar menjadi dokumen RPJMDKal yang baik, rinci dan detail.

Kampoeng Mataraman, Bantul – DIY,  Webinar seri 11 sesi kedua Pelatihan dan pedampingan Akademi Kampung Sigap Kabupaten Berau, Kutai Timur dan Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur dilaksanakan Senin, 05 April 2021 pukul 12.30 -15.00 WIB. Kegiatan Webinar kali ini, masih dipandu oleh mentor virtual  dari  Yayasan Sanggar Inovasi Desa (YSID) yaitu Joko Hadi Purnomo (Koko) dan Any Sundari, serta bertindak sebagai narasumber Sholahuddin Nurazmy dengan materi Value Change Management. Alat mengamati ide bisnis yang dimiliki oleh BUMK yang belum berjalan maupun sudah berjalan berdasarkan rantai nilai. Ada 2 bagian : bagian Primer dan bagian pendukung.

Pada bagian primer, terdiri dari  Inbond Logistics (bahan baku) :  mengubah semua bahan baku menjadi produk. Operation : mengubah dari bahan baku menjadi produk. Outbond Logistics : Produk siap keluar dari gudang bisa sampai ke konsumen. Marketing dan Sales (penjualan dan pemasaran) : upaya untuk mempengaruhi konsumen supaya membeli produk kita. Service : pelayanan purna jual produk yang akan diberikan kepada konsumen.

Pada bagian pendukung : Firm Infrastruktur (infrastruktur perusahaan) : peraturan perusahaan/ legalitas BUMK, SOP yang mengatur mangement BUMK.  SDM : siapa saja yang terlibat (Manajemen). Teknologi Development: dukungan teknologi, dan Procurement : Pengadaan.

Simulasi  :  Usaha Teh Kesehatan dari BUMK Lebok Asik Merabu

Aktivitas Primer

  1. Bahan baku : daun karamunting, daun gaharu, dan serbuk kayu ulin. Melimpah di Merabu ketiga bahan baku itu. Resep rahasia : komposisi dan kualitas. Benang, Kertas :  kemasan produk. Gudang : tempat penyimpanan bahan baku dan produk siap saji.
  2. Operation : mulai pengeringan, pencacahan, penyimpanan, penimbangan, pencampuran dan pengemasan menjadi teh siap saji.
  3. Outbond Logistics : produk yang sudah berupa kemasan di gudang sampai ke pedagang grosir (di Samarinda) dengan menggunakan alat transportasi darat.
  4. Pemasaran dan penjualan :  melalui media sosial  dan link penjualan bisa ke pedagang grosir di Samarinda dan juga bisa langsung ke BUMK Lebok Asik Merabu.
  5. Service :  pelayanan purna jual produk.

Aktivitas Pendukung

  1. Firm Infastruktur : Ada Manajemen. Ada bagian legal, misal MoU.
  2. SDM : Kepala unit usaha, ada orang yang menguasai pengetahuan Teh Kesehatan (pencari bahan baku), ada orang yang negosiator. Tenaga Kerja untuk menyimpan bahan baku, mencacah, mencampur dan menimbang.
  3. Tecnology Development :  Teknologi menyimpan bahan baku. Alat pres untuk kemasan.

Pengadaan : Daun kemuning, daun gaharu, serbuk kayu ulin dari petani. Benang,kertas (kemasan produk) dari Balai Besar Pelatihan termasuk BPOM  (terkait ijin edar) (JUNAEDI – YSID).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *