Berita

Pendampingan Implementasi Akademi Kampung SIGAP Hari ke- 7 :Pemetaan Bentang dan Menganalisis GAB dengan cara Analisis SWOT

Kampoeng Mataraman, Bantul – DIY,  Webinar seri 7 sesi pertama, dilaksanakan Senin, 22 Maret 2021 pukul 08.30 -11.30 WIB. Kegiatan Webinar kali ini, masih dipandu oleh mentor virtual  dari  Yayasan Sanggar Inovasi Desa (YSID) yaitu Muhammad Zidny Kafa dan Any Sundari, serta bertindak sebagai nara sumber Rosada Roan Ath-Thariq – salah satu Pamong Kalurahan, tepatnya sebagai  Kepala Dusun Garon Kalurahan Panggungharjo dengan materi Menganalisis GAB dengan cara Analisis SWOT.

Dalam paparannya  Thariq – sebutan Rosada Roan Ath Thariq – mengatakan bahwa Analisis GAB, ini digunakan ketika pada saat merencanakan pembangunan tetapi terjadi kesenjangan  kondisi riil dengan kondisi ideal. Kesenjangan dapat disebabkan oleh beberapa keterbatasan : 1) keuangan Desa 2) bentang alam 3)infrastruktur desa 4)sistem kinerja dan komitmen perangkat desa 5) kondisi sosial budaya.

Dalam Analisis  SWOT meliputi  empat aspek : Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman. Untuk menentukan perbaikan dan pengembangan arah kebijakan pembangunan, dengan cara pencurahan, diediting/penyaringan, di buat kolom-kolom, dan di dokumentasikan hasil akhirnya menjadi dokumentasi RPJMKal.

Masih menurut Thariq, bahwa Analisis SWOT terdiri dari dua faktor yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor Internal terdiri dari : Kekuatan (S) dan Kelemahan (W) yang berasal dari dalam pemerintah desa sendiri. Misalnya SDM, sarana dan prasarana, letak wilayah. Faktor Eksternal terdiri dari : Peluang (O) dan Tantangan (T) yang berasal dari luar pemerintah desa, seperti Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Pusat, dan pihak ketiga.

Lebih lanjut  Thariq memaparkan, bahwa dalam analisis SWOT ini dibuatkan lembar kerja dalam bentuk empat kolom.

Kolom pertama (SO) : untuk menetukan arah dan strategi kebijakan untuk mencapai visi dan misi dengan meminimalkan kelemahan dan ancaman dengan memaksimalkan kekuatan sesuai  peluang yang dimiliki.

Kekuatan (S) : SDM yang baik , SDA yang baik.

Peluang (O)  : Bekerja sama dengan Pemerintah Daerah.

Arah dan strategi kebijakan Pemerintah Kalurahan Panggungharjo :

  1. Bekerja sama dengan Pemerintah Daerah untuk menjadikan Panggungharjo sebagai Desa Budaya.
  2. Bekerja sama dengan Pemerintah Daerah untuk menjadikan Panggungharjo sebagai Desa Bebas Sampah.
  3. Bekerja sama dengan Pemerintah Daerah untuk menjadikan Panggungharjo sebagai Destinasi Wisata Baru

Kolom kedua (WO) : untuk menetukan arah dan strategi kebijakan untuk mencapai visi dan misi dengan meminimalkan kelemahan dan ancaman dengan menutupi kelemahan dengan peluang yang dimiliki.

Kelemahan (W) :  masyarakat yang masih rendah dalam hal pengelolaan sampah

Peluang (O)        : Bekerja sama dengan PT. Pegadaian

Arah dan Kebijakan Strategis Pemerintah Kalurahan Panggungharjo :

  1. Membuat program Memilah sampah menabung emas dengan bekerja sama dengan pihak PT. Pegadaian.

Kolom ketiga (ST) :  untuk menetukan arah dan strategi kebijakan untuk mencapai visi dan misi dengan memaksimalkan kekuatan  dan meminimalkan ancaman.

Kekuatan (S)    : SDM yang baik, SDA yang baik.

Ancaman (T)    : Teknologi, Pertanian hampir sama desa lain

Arah dan Strategi Kebijakan Pemerintah Kalurahan Panggungharjo :

  1. Peningkatan kapasitas petani sesuai dengan teknologi terkini agar menghasilkan produksi dan kualitas hasil pertanian yang maksimal
  2. Pemanfaatan teknologi informasi dalam memasarkan hasil pertanian.

Kolom keempat (WT): untuk menetukan arah dan strategi kebijakan untuk mencapai visi dan misi dengan meminimalkan kelemahan dan ancaman.

Kelemahan (W) :  rendahnya budaya membaca

Tantangan (T)    :  teknologi informasi

Arah dan Strategi Kebijakan Pemerintah Kalurahan Panggungharjo :

  1. Menggerakkan masyarakat untuk melek teknologi informasi dengan mengakses perpustakaan on line.

Kampoeng Mataraman, Bantul – DIY,  Webinar seri 7 sesi kedua , dilaksanakan Senin, 22 Maret 2021 pukul 12.30 -15.00 WIB. Kegiatan Webinar kali ini, masih dipandu oleh dua mentor virtual  dari  Yayasan Sanggar Inovasi Desa (YSID) yaitu Joko Hadi Purnomo – biasa dipanggil Koko – dan Any Sundari, serta bertindak sebagai nara sumber Sholahuddin Nurazmy, dengan materi  : Pemetaan Bentang.

Dalam pemaparannya, Sholahuddin Nurazmy – CEO Pasar desa.id – platform digital (online) produk unggulan desa. Ia memulai dari potret keberadaan Bumdes sudah pada angka 5.000-an. Potret Bumdes yang sukses : 1) Visi yang Kuat, Komponen : usaha/produk, calon warisan positif  yang menyenangkan, antara lain memiliki unsur – unsur : disukai, memiliki dampak positif mengatasi masalah, dan  dikenang. 2) Effort yang keras , dengan mengidentifikasi masalah dan menjawab/mengatasi  masalah.

Pemetaan Bentang trediri dari 7 bentang, yaitu : bentang alam,  sosial-budaya, ekonomi, teknologi, pasar, SDM, dan lingkungan.

Manfaat pemetaan bentang  : memberikan dampak positif, memberikan lapangan pekerjaan baru, mengirimkan nilai-nilai luhur yang akan disampaikan.

1. Bentang Alam, membuka lebar-lebar semua potensi sumber daya alam yang ada di desa. Ada aspek yang perlu diperhatikan : aspek topografi,aspek non biotik dan aspek biotik.

2. Bentang Sosial terdiri dari nilai-nilai, perilaku, tata cara.Cara membacanya dengan beberapa pertanyaan: Siapa saja yang peling berkepentingan terhadap keberlangsungan usaha? Dukungan apa saja mereka berikan? Keuntungan apa akan mereka berikan? Bagaimana mereka saling berhubungan? Bagaimana cara mereka mengambil keputusan?Siapa sajakah pihak luar mereka yang memberikan dukungan dan seperti apa dukungan mereka berikan?

3. Bentang Ekonomi. Cara menggalinya dengan beberapa pertanyaan : Bagaiamana kondisi ekonomi masyarakat? Bagaimana dampak usaha bagi perekonomian masyarakat sekitar? Bagaimana trend pertumbuhan ekonomi dalam lima tahun terakhir? Faktor apa yang mendukung pertumbuhan ekonomi?

4. Bentang Teknologi. Cara menggalinya dengan beberapa pertanyaan : Apa saja sumber energi yang tersedia? Bagaimana masyarakat memenuhi kebutuhan energi tersebut?Adakah pengolahan pasca panen? Adakah bengkel inovasi tepat guna?

5. Bentang Pasar. Cara membacanya dengan beberapa pertanyaan : Siapa calon pengguna produk barang/jasa dari usaha yang hendak dilakukan dan berapakah jumlahnya? Siapa saja yang  menjalankan usaha dalam wilayah yang sama?Berapa luas jaringan pasar dari pesaing?

6.Bentang SDM. Cara mengindentifikasinya dengan beberapa pertanyaan : Adakah SDM yang memiliki kompetensi dalam bidang teknis?Adakah SDM yang mempunyai kompetensi dalam bidang manajemen? Adakah SDM yang memiliki kompetensi dalam bidang rekayasa sosial?

7. Bentang Lingkungan. Cara menggalinya dengan beberapa pertanyaan : Bagaiamana pengelolaan sampah dan limbah yang ada? Bagaiamana ketersediaan air untuk kebutuhan komsumsi RT? Apakah dampak usaha bagi lingkungan?

Setelah menggali tentang pemetaan bentang, selanjutnya memilih ide bisnis yang tepat untuk mengeleminasi  ide-ide bisnis yang sudah terpetakan, melalui empat persyaratan sebagai berikut : 1) legal 2) passion 3) pasar 4) bisnis.

Pertanyaan dari Murjani : legal formal (AD/ART) terhadap bisnis yang belum diatur , bisnis berdasarkan asumsi dan bisnis lada yang dikuasai oleh tengkulak ?

Jawaban dari Sholahuddin : Saran yang paling masuk akal adalah merivisi  AD/ART, untuk mendapatkan ide bisnis jangan hanya berdasarkan asumsi saja, Bumdes dapat memotong rantai distribusi sehingga petani dan Bumdes mendapatkan harga terbaik atau harga yang layak.

Any Sundari, menambahkan, berbicara Bumdes lebih punya legalitas dan harus dapat mendapatkan kepercayaan masyarakat dan sekaligus masyarakat dapat merasakan keuntungan dengan keberadaan Bumdes.

Pertanyaan dari Solihin : Pilihan Usahanya membuat pupuk kompos dari jankos atau limbah sawit.

Jawaban dari Sholahuddin : bisnis adalah pilihan. Apabila hanya memilih satu jenis usaha. Tetapi di create lebih mendalam lagi untuk scale up. Profit penting tetapi harus memperhatikan juga benefit kepada masyarakat.

Sharing pengalaman menjalankan usaha, oleh Doni : menjalankan 5 unit usaha BUMK. Dalam menjalankan usahanya tidak terlalu kaku berpedoman dengan AD/ART. Apa yang di lakukan BUMK  kami mengikuti keinginan hati, itu passion menurut Sholahuddin. Eksperimen-eksperimen yang dilakukan oleh Doni itu baik, tetapi menurut Sholahuddin eksperimen-eksperimen usaha itu harus didokumentasikan tentang praktik-praktik baik yang dilakukan oleh BUMK (JUNAEDI -YSID).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *