Pendampingan Implementasi Akademi Kampung SIGAP Hari ke- 9 : Analisis GAB 2 dengan menggunakan teknik evaluasi CIPOO

Kampoeng Mataraman, Bantul – DIY,  Webinar seri 9 sesi pertama Pelatihan dan Pendampingan Akademi Kampung Sigap, dilaksanakan Senin, 25 Maret 2021 pukul 08.30 -11.00 WIB. Kegiatan Webinar kali ini, masih dipandu oleh mentor virtual  dari  Yayasan Sanggar Inovasi Desa (YSID) yaitu Muhammad Zidny Kafa dan Any Sundari, serta bertindak sebagai nara sumber Rosada Roan Ath-Thariq – salah satu Pamong Kalurahan – tepatnya sebagai Kepala Dusun Garon Kalurahan Panggungharjo dengan materi Analisis GAB 2 dengan menggunakan teknik evaluasi CIPOO. 

Sebelum dikenal adanya teknik evaluasi CIPOO, terlebih dahulu Daniel Stuffleabeam dkk (1967) di Ohio State University mengenalkan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) untuk menggambarkan perencanaan dalam  mengambil keputusan/kebijakan di masa yang akan datang. Kemudian CIPP berkembang menjadi CIPOO (Context, Input, Process, Output, dan Outcome).

Pertama, Context : terkait konteks, program apa yang direncanakan dan bagaimana cara-cara dalam menggali data? Kondisi riil dan idealnya seperti apa ? Dan organisasi (manajemen) seperti apa? Kedua, Input : rencana produknya/program apa? , bagaimana cara-cara mendokumentasi inputnya? Ketiga, Process : bagaimana proses inventarisir data yang telah dilakukan ? Keempat, Output : hasil produk/program kerja yang sudah diinventarisir. Kelima, Outcame : dampak/efeknya dari program kerja

Context : dapat dilakukan dengan cara : 1) studi literasi, dengan melihat sejarah desa dan dengan melihat visi dan misi kepala desa, mempelajari RPJMDes, mempelajari RKPDes 2) observasi langsung 3) wawancara 4) mengamati dengan bentang 5) manajemen the right men on right place (profesional) 5) sistem reward dan punishment dalam menilai kinerja 6) sarana dan prasarana infrastrukturnya 7) melakukan musyawarah padukuhan (musdus).

Input :  menggali data dari hal-hal tersebut di atas kemudian di susun/di dokumentasikan menjadi dokumen perencanaan. dari Panggungharjo dengan menggunakan forum workshop dan FGD.

Process  : menginventarisir data menjadi rencana program kerja dalam bentuk dokumen perencanaan program kerja, dilakukan oleh tim kecil perencanaan yang ditunjuk oleh Kepala Desa.

Output : rencana program kerja, yang sudah di matangkan oleh tim yang bersumber dari proses penyusunan (input data) menjadi dokumen RKPDes.

Outcame : Setelah menjadi rencana program kerja, dampaknya bagi masyarakat/sasaran program itu apa dan bagaimana?

Menurut Any Sundari : memerlukan banyak waktu untuk memahami alat evaluasi CIPOO. Untuk mengetahui kesenjanganan antara perencanaan dan kondisi riil desa. Untuk diajdikan bahan pertimbangan strategi kebijakan di masa yang akan datang. Menurut pengalaman dalam beberapa pelatihan dan pendampingan sering peserta salah-salah dalam memahami Output dan Outcame.

Menurut Zidny : Pengalaman di Panggungharjo, dalam melakukan CIPOO dengan pendekatan  forum workshop dengan mengundang nara sumber yang kompeten dan FGD tim kecil RPJMDes, yang dilakukan tim penyusun RPJMDes Panggungharjo.

Kampoeng Mataraman, Bantul – DIY,  Webinar seri 9 sesi kedua Pelatihan dan pedampingan Akademi Kampung Sigap Kabupaten Berau, Kutai Timur dan Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur dilaksanakan Senin, 29 Maret 2021 pukul 12.30 -15.30 WIB. Kegiatan Webinar kali ini, masih dipandu oleh mentor virtual  dari  Yayasan Sanggar Inovasi Desa (YSID) yaitu Joko Hadi Purnomo (Koko) dan Any Sundari, serta bertindak sebagai narasumber Sholahuddin Nurazmy, CEO pasardesa.id.

Dimulai dari review materi Senin kemarin (25/03/2021), peserta memaparkan terkait penugasan yang telah diberikan oleh narasumber. Peserta masih mempresentasikan unit usaha yang kemudian di seleksi dengan beberapa pertanyaan saringan legal, passion, pasar dan bisnis, seperti kemarin :

  1. Apakah usaha ini melanggar hukum ? (saringan legal) –
  2. Apakah usaha ini benar-benar ingin anda lakukan ? (saringan passion) –
  3. Apa yang akan menjadi kendala/halangan bisnis anda? (saringan passion) –
  4. Bagaimana hal itu menghentikan bisnis anda? (saringan passion) –
  5. Apa cara/strategi  yang anda lakukan untuk mengatasi  hal ini ? (saringan passion) –
  6. Apa yang menjadi minat bisnis anda? (saringan passion) –
  7. Apa yang membuat bisnis anda bersemangat? (saringan passion) –
  8. Berapa ukuran pasar yang sedang akan digarap? Seberapa potensi pasar yang berkembang dan menyusut ? (saringan pasar) –
  9. Seberapa besar peluang pasar konservatif, apa nilainya bagi BUMK baik secara finansial dan sebaliknya? (saringan pasar) –
  10. Seberapa cocok produk diterima? (saringan pasar) –
  11. Apa ada pasar baru?(saringan pasar) –
  12. Apa yang membuat usaha ini akan gagal? (saringan pasar) –
  13. Siapa pesaing yang akan membuat usaha ini akan gagal ? (saringan pasar) –
  14. Apa  kebiasaan di pasar, bagaimana dengan kebutuhan produk ? (saringan pasar) –
  15. Apa saja segmen pasar yang berbeda? (saringan pasar) –
  16. Apa anda ingin bersaing pada segmen yang berbeda? (saringan pasar) –
  17. Mana yang akan tumbuh dan menyusut? (saringan pasar) –
  18. Siapa pesaing pasar yang ada, mengapa konsumen membeli ke pesaing itu? (saringan pasar) –
  19. Apa yang perlu dilakukan untuk membuat pelanggan membeli produk anda? (saringan pasar) –
  20. Margin seperti apa yang akan kita harapkan ? (saringan pasar) –
  21. Target prioritas pelanggan ? (saringan pasar) –
  22. Apakah barang/produk ini sesuai dengan kebutuhan pelanggan? (saringan bisnis) –
  23. Apakah ada varian barang/produk ? (saringan bisnis) –
  24. Apakah ada masalah dengan produk, terkait harga, layanan dan pemasaran? (saringan bisnis) –
  25. Apakah anda perlu mendefinisikan kembali produk ? (saringan bisnis) –

Saran dari narasumber terkait beberapa ide bisnis dari peserta : intinya semua ide usaha di seleksi (diuji) dengan semua pertanyaan diatas. 

  1. Usaha pertanian hidroponik.
  2. Kalau lahannya masih luas, mengapa pilih hidroponik? Lebih baik memanfaatkan tanah yang masih luas. Tetapi alasannya sayur produksi dari hidroponik lebih segar dan kualitas lebih tahan lama, bisa dijalankan atau tidak?
  3. Perlu observasi langsung ke perusahaan tambang sebagai target pasar
  4. Berapa kebutuhan pasar, misalnya  prediksinya pasar di perusahaan tambang
  5. Semangat usaha lebih ke arah mana, misalnya  : mengatasi persoalan ketersediaan stok sayur
  6. Agar tidak mematikan usaha yang sudah ada (petani). Bekerja sama dengan petani dengan membeli hasil sayur dari petani.
  7. Tidak menyarankan persaingan harga. Lebih baik menciptakan produk dengan  pelayanan yang prima (kecepatan dan ketepatan), kemasan yang baik.
  8. Semua ide usaha di seleksi (diuji) dengan semua pertanyaan diatas. 
  • Usaha tata boga.
  • Harus dilakukan sesuai dengan minat.
  • Harus telaten, karena marginnya kecil.
  • Apabila memberi peluang produk pertanian, akan lebih baik.
  • Usaha pembayaran listrik/usaha pulsa.
  • Marginnya kecil
  • Apakah keuntungannya cukup untuk membiayai operasional usaha
  • Usaha pengolahan sampah.
  • Usaha ini mampu menjawab persoalan-persoalan lingkungan
  • Usaha ini mampu menampung tenaga kerja yanag berasal dari warga
  • Apakah usaha ini, mampu memberikan nilai ekonomis atau tidak?
  • Margin usaha berapa? Apakah mampu untuk menutup operasional usaha.
  • PT. Sinangpuri : Perusahaan listrik baru memanfaatkan potensi 12% kapasitas dari total kapasitas PLTS, masih ada sisa kelebihan  potensi kapasitas yang dimiliki masih 88 % . Kapasitas total : 32.000 MW, saat ini baru digunakan untuk satu desa kebutuhan listriknya : 12.000 MW.
  • Yang masih menghalangi adalah infrastruktur : instalasi jaringan listrik (kabel).
  • Jarak tempuhnya sangat jauh.
  • Tidak ada pesaing, misal : PLN, atau perusahaan sejenis : juga tidak ada.
  • Nilai investasi sebesar Rp 25 Milyar.
  • Sarannya : Perlu ada perhitungan mendetail, agar risiko bisnis tidak terjadi.
  • PT. Sinangpuri memiliki 51% saham kepemilikan. Pemilik saham lainnya PT. AVO dan PLTN.
  • Operasional : 8.000.000/per bulan.
  • Sarannya : mencari investor untuk bekerja sama melebarkan sayapnya ke Desa lain, untuk memanfaatkan kapasitas lisrtik yang masih dimiliki.
  • Segmen pasar : keluarga, kantor, sarang burung walet, dan mesin penyaring madu.
  • Danungpuri : Depo Air Minum
  • Volume depo air minum : 15 ton/per bulan.
  • Kualitas air mineral hanya selisih 7% dari Aqua.
  • Pengguna (pasar) : sangat luas dan sangat jauh.
  • Dari pencermatan narasumber : usaha yang dilakukan oleh BUMK Lebok Asik sudah di seleksi semua oleh Pengurus BUMK, karena lolos semua melalui saringan legal, passion, pasar dan bisnis.

Tanggapan dari Any Sundari, jangan terlalu momok (alergi) dengan guide beberapa pertanyaan yang terlalu banyak, tetapi imajinasikan bahwa ide bisnis yang digali benar-benar merupakan potensi dan peluang yang dimiliki, sehingga dengan guide pertanyaan-pertanyaan akan menjadi lebih objektif dalam menentukan unit bisnis BUMK. Sehingga ketika memilik satu unit bisnis unggulan setelah lolos dari seleksi beberapa guide, adalah untuk memberikan kepercayaan kepada investor (Pemkam),  juga sustainable bisnis, juga untuk mempertanggungjawabakan bisnis agar bisnis selalu berorientasi  keuntungan  dan berorientasi  kemanfaatan bagi warga (JUNAEDI – YSID).