Pendampingan Implementasi Akademi Kampung SIGAP Hari ke- 8 : Analisis GAB dan Analisis SWOT

Kampoeng Mataraman, Bantul – DIY,  Webinar seri 8 sesi pertama, dilaksanakan Kamis, 25 Maret 2021 pukul 08.30 -11.00 WIB. Kegiatan Webinar kali ini, masih dipandu oleh mentor virtual  dari  Yayasan Sanggar Inovasi Desa (YSID) yaitu Muhammad Zidny Kafa dan Any Sundari, serta bertindak sebagai nara sumber Rosada Roan Ath-Thariq – salah satu Pamong Kalurahan – tepatnya sebagai Kepala Dusun Garon Kalurahan Panggungharjo dengan melanjutnya feed back (sharing session) penugasan lembar kerja : materi Analisis GAB dan  Analisis SWOT.

Pemaparan dari peserta terkait Analisa SWOT oleh Mardani, dari Kampung Tanjung Batu.

Kekuatan         :           1. Lokasi Strategis di pesisir pantai

2. SDM banyak lulusan S1 *)

                                    2. SDA yang sangat banyak : termasuk hutan dan pantai.

                                    3. Anggaran banyak *)

                                    4. Lembaga-lembaga Desa *)

5. Sarana dan Prasarana (infrastruktur) : Kantor pemerintah dan Pelabuhan

Kelemahan      :           1. Belum adanya Perkam untuk mengatur pengelolaan sampah

                                    2. Belum ada TPA (Tempat Pembuangan Akhir Sampah )

                                    3. Petugas Kebersihan Kampung sangat terbatas

                                    4. SDM Perangkat Kampung yang cenderung lamban

Peluang           :           1. Kerja sama BPD *)

                                    2. Kerja sama NGO (LSM) *)

                                    3. Kerja sama dengan UPTD Kecamatan

                                    4. Masuknya Kapal PELNI dan Peti Kemas *)

                                    5. Pengembangan Wisata Mangrove

Ancaman         :           1. Adanya Ilegal fishing dan pencemaran lingkungan

                                    2. Abrasi pantai

                                    3. Sampah semakin banyak dari luar Kampung

                                    4. Kerusakan hutan Mangrove

Dan selanjutnya  diberi feed back dari Thariq, Any Sundary dan Zidny  yang diberi tanda :*), agar lebih spesifik. Dan perlu menambahkan isu-isu sosial-budaya yang tidak terlihat tetapi menjadi justru masalah.

Peserta kedua, memaparkan lembar kerja penugasan oleh Agustinus, dari Merabu.

Kekuatan          :            1. Dana Transfer dari Pemerintah, PAK dari Bumkam dan dari pihak ketiga

                                       2. Mempunyai Bumkam

   3. SDA  : hasil hutan bukan kayu

   4. Hutan Desa

   5. Masyarakat dan Pemkam sangat kompak

   6. Punya Tata Ruang Desa

   7. Listrik yang dikelola Bumkam

   8. Air Bersih dari danau

   9. Punya TPA (Tempat pembuangan Akhir Sampah )

  10. Punya Motor sampah

  11. Fasilitas Desa : Kantor, kendaraan dinas, mobil ambulance

  12. Pemkam berpihak kepada masyarakat

Kelemahan      :            1. Jauh dari ibukota Kecamatan dan ibu kota Kabupaten

                                     2. Struktur jalan belum memadai

                                     3. Tapal batas Kampung *) : berkali-kali berganti-ganti terus

                                     4. Kesadaran masyarakat soal sampah masih rendah

                                     5. Jaringan internet *)

Peluang           :            1. Ada 5 Perusahaan Sawit

                                     2. Hutan Sawit

 3. Geopack, dfestinasi wisata dunia

 4. Pertanian jangka pendek

 5. Banyak SDM :  fresh graduate

 6. Pengolahan hasil hutan bukan kayu

 7. Merekrut tenaga ahli dari luar Kampung

  8. Kerja sama dengan Pemerintah Daerah, swasta : dalam bidang

     sosial-budaya *)

  9. Kerja sama Antar Desa : BKAD *)

Ancaman         :            1.  Ada 5 Perusahaan Sawit

                                     2. Adanya aktivitas Perusahaan Sawit

                                     3. Ilegal loging

 4. Bencana Alam *) : Kebakaran Hutan, Hutan Gundul menyebabkan longsor

*) : Feed back dari Thariq, Any dan Zidnya. Khusus untuk Tapal Batas Kampung, menjadi masalah sangat urgen dan segera untuk dilakukan dalam negoisasi antara Pemerintah Kampung, Pemerintah Daerah dan Peusahaan, dengan menelusur aparat Pemerintah Kampung yang mencatat aset kampung yang masuk Profil Kampung, terkait sejarah Kampung. Apalagi ada kekuatan kekompakan masayarakat dan Pemerintah Kampung serta Potensi Warisan Dunia Geopack Wisata Dunia untuk meminta Pemerintah Daerah secara serius untuk mengatur tentang Tapal Batas Kampung. Atau bisa juga dibawa kepada BKAD memfasilitasi persoalan tapal batas Desa ini, apabila menjadi persoalan bersama Kampung-Kampung di Wilayah Berau Kalimantan Timur agar posisi tawar Pemkam lebih punya power.

Peserta ketiga, pemaparan penugasan dari Pemerintah Desa Karangan Ilir, disampaikan oleh Ahmad.

Kekuatan         :            1. Ada Lahan Pertanian : rentang kepemilikan 1 KK : 1 Ha

 2. Bertambahnya jumlah konsumen dari hasil pertanian

 3. Berprofesi warga :  Petani dan peternak.

 4. Wilayah *) berada  : di Pertanian dan Peternakan

Kelemahan      :           1. Masih kurangnya pengetahuan tentang Petanian dan Peternakan

 2. Mahalnya biaya produksi

 3. Minimnya jumlah penduduk

 4. Lembaga Khusus Pertanian dan Peternakan : GAPOKTAN *)

 5. Jarak untuk memasarkan produk sangat jauh

Peluang           :            1. Swasembada Petanian dan Peternakan

 2. Munculnya UMKM yang memasarkan Pertanian dan Peternakan

 3. BUMDes membuka peluang unit usaha

 4. Teknologi untuk mendukung teknologi pasca panen : Teknologi Pengolahan Pangan *)

 5. Kerja sama dengan Dinas Pertanian, Dinas Peternakan *)

 6. Kerja sama dengan Desa lain, melalui BKAD : fokus dalam bidang ekonomi*)

Ancaman       :              1. Hasil Pertanian dan Peternakan  :  adanya kompetitor yang mempunyai usaha sejenis

  2. Daya tahan produk terbatas

  3. Malasnya warga masyarakat untuk mengolah hasil Pertanian dan  Peternakan

*) : feed back dari Thariq, Any dan Zidny : Dicari beberapa inovasi-inovasi yang bisa menambah nilai produk. Bekerja sama melalui dengan BKAD, memotong jalur distribusi di wilayahnya sendiri, misalnya menggunakan  platform digital pasar.id

Kampoeng Mataraman, Bantul – DIY,  Webinar seri 8 sesi kedua Pelatihan dan pedampingan Akademi Kampung Sigap Kabupaten Berau, Kutai Timur dan Kutai Kertanegara Provinsi Kalimantan Timur dilaksanakan Kamis, 25 Maret 2021 pukul 12.00 -15.00 WIB. Kegiatan Webinar kali ini, masih dipandu oleh mentor virtual  dari  Yayasan Sanggar Inovasi Desa (YSID) yaitu Joko Hadi Purnomo (Koko)dan Any Sundari, serta bertindak sebagai nara sumber Sholahuddin Nurazmy, CEO pasardesa.id.

Dalam sesi siang ini, adalah review (sharing session) materi hari Senin (22/03/2021) kemarin, terkait pemetaan bentang dan menggali ide bisnis. Ada hal yang menarik dalam sesi siang ini, peserta yang menggali ide bisnis sesuai dengan tool lembar kerja yaitu menuliskan ide bisnis sebanyak 50 ide bisnis akan mendapat dari hadiah langsung dari Sholahuddin, selaku nara sumber pada sesi ini. Hadiah merchandise berupa : satu buah kaos cantik produksi BUMDes Bersama Indonesia (BBI).

Ada 6 BUMK yang menuliskan ide-ide bisnis, yaitu BUMK Labanan Makarti : 50 usaha, BUMK DKI Manis : 4 usaha, BUMK Mangrove Teluk Semanting :  3 usaha, BUMK Bugisunan : 20 usaha , BUMK Padai Pilanjau : 4 usaha , BUMK Lebok Asik : 25  usaha.

Kemudian dari ide-ide bisnis di seleksi atau dieleminasi menggunakan alat, dengan panduan beberapa pertanyaan untuk memeras ide-ide bisnis tersebut sekaligus simulasi:

  1. Apakah usaha ini melanggar hukum ? (saringan legal) – semua usaha lolos
  2. Apakah usaha ini benar-benar ingin anda lakukan ? (saringan passion) – peternak ayam petelur dan usaha cucian kendaraan
  3. Apa yang akan menjadi kendala/halangan  bisnis anda? (saringan passion) – pesaing, dan budaya masyarakat terkait menggunakan jasa cuci rendah (tidak profitable)
  4. Bagaimana hal itu menghentikan bisnis anda? (saringan passion) – perang harga, pakan ternak,
  5. Apa cara/strategi  yang anda lakukan untuk mengatasi  hal ini ? (saringan passion) – mengikuti perang harga, menambah stok pakan ternak di gudang
  6. Apa yang menjadi minat bisnis anda? (saringan passion) – iya, karena melihat peluang bisnis
  7. Apa yang membuat bisnis anda bersemangat? (saringan passion) – dukungan dari pemkam dan masyarakat
  8. Berapa ukuran pasar yang sedang akan digarap? Seberapa potensi pasar yang berkembang dan menyusut ?(saringan pasar) – produksi masih kecil : 20%, akan terus berkembang
  9. Seberapa besar peluang pasar konservatif, apa nilainya bagi BUMK baik secara finansial dan sebaliknya? (saringan pasar) – target : 60 %, menyerap tenaga kerja, pemberdayaan petani, keuntungan meningkat
  10. Seberapa cocok produk diterima? (saringan pasar) – kualitas bertahan lama, lebih disukai oleh konsumen
  11. Apa ada pasar baru?(saringan pasar) – menggarap diluar Berau
  12. Apa yang membuat usaha ini akan gagal? (saringan pasar) – apabila tidak mempertahankan kualitas
  13. Siapa pesaing yang akan membuat usaha ini akan gagal ? (saringan pasar) – perang harga yang dibawah pasaran
  14. Apa  kebiasaan di pasar, bagaimana dengan kebutuhan produk ? (saringan pasar) – ada permintaan meningkat ketika hari raya, dengan menaikkan harga
  15. Apa saja segmen pasar yang berbeda? (saringan pasar) – konsumen langsung dan  distributor, rekanan dari program pemerintah (warung kelontong), warung makan, pengusaha catering.
  16. Apa anda ingin bersaing pada segmen yang berbeda? (saringan pasar) – iya, bersaing pada semua segmen
  17. Mana yang akan tumbuh dan menyusut? (saringan pasar) – usaha akan tumbuh
  18. Siapa pesaing pasar yang ada, mengapa konsumen membeli ke pesaing itu? (saringan pasar) – pesaing dari luar Berau
  19. Apa yang perlu dilakukan untuk membuat pelanggan membeli produk anda? (saringan pasar) – terjaganya kualitas produk, tidak ada telur yang busuk
  20. Margin seperti apa yang akan kita harapkan ? (saringan pasar) – sudah sesuai dengan target BUMK  
  21. Target prioritas pelanggan ? (saringan pasar) – distributor dan warung kelontong (  rekanan pemerintah)
  22. Apakah barang/produk ini sesuai dengan kebutuhan pelanggan? (saringan bisnis) – iya sesuai
  23. Apakah ada varian barang/produk ? (saringan bisnis) – tidak ada varian
  24. Apakah ada masalah dengan produk, terkait harga, layanan dan pemasaran? (saringan bisnis) – tidak ada masalah, hanya masalah kualitas produk karena tergantung dengan musim
  25. Apakah anda perlu mendefinisikan kembali produk ? (saringan bisnis) *)

Kesimpulan dari simulasi BUMK Labanan Makarti :

  1. Usaha pencucian kendaraan  : lolos pada saringan legal tetapi tidak lolos pada saringan passion.
  2. Usaha  peternakan ayam petelur : lolos melalui saringan legal, passion, pasar dan bisnis.

*) : feed back dari Any Sundari, diperlukan bagi usaha-usaha yang terdampak Covid-19, untuk berpikir ulang (merevisi) tentang arah dan strategi bisnis, dalam kondisi force marge atau bencana, dan juga ketika sudah tidak ada penambahan modal usaha dari Pemerintah Kampung.

 Dan diakhir sesion, diumumkan bahwa yang mendapat hadiah merchandise kaos produksi BBI, adalah Dea dari BUMK Labanan Makarti (JUNAEDI -YSID).