Berita

Pendampingan Implementasi Akademi Kampung SIGAP Hari ke- 6 :

Kampoeng Mataraman, Bantul – DIY,  Webinar seri 6 sesi pertama, dilaksanakan Kamis, 18 Maret 2021 pukul 08.30 -11.30 WIB. Kegiatan Webinar kali ini, masih dipandu oleh mentor virtual  dari  Yayasan Sanggar Inovasi Desa (YSID) yaitu Muhammad Zidni Kafa dan nara sumber Muhammad Hosni Bimo Wicaksono, Kamituwa, Pemerintah Kalurahan Panggungharjo.

Peserta pertama – yang mempesentasikan lembar tugas pemetaan potensi – dari Pemeritah Kampung Tanjung Batu, menurut Mardani  secara geografis berada di wilayah pantai. Keadaan sungai mengalami kedangkalan. Memiliki dua musim, yaitu  musim panas dan penghujan. Ketika panas sering mengalami kebakaran. Ketika musim penghujan sering terjadi banjir. Potensi ekonomi berupa hasil laut dan wisata mangrove. Teknologi dari PT. Aruna berupa aplikasi GPS yang digunakan nelayan untuk mengetahui kondisi ikan di laut. Baru proses pengajuan pembebasan lahan, apabila dikabulkan akan membentuk Pasar Kampung. Memiliki 5 suku besar.

Peserta kedua oleh Frans Abdullah Mungli, dari Pemerintah Kampung Merabu, secara geografis di kelilingi oleh hutan desa. Potensi ekonomi kebun buah, wisata danau, pegunungan karts,  dan goa. Mempunyai sungai besar dan memiliki cabang-cabang sungai kecil. Beriklim tropis. Curah hujan yang signifikan sepanjang tahun. Memiliki aneka jenis kayu yang didominsi oleh kayu meranti dan kayu ulin. Memiliki satu bidan dan satu perawat, dengan fasilitas mobil ambulance. Pelibatan aktor dari tokoh adat, tokoh agama dan tokoh pemerintahan. Hanya 17% berpenghasilan di atas UMK. Pekerjaan petani, buruh walet, pengrajin. BUMK memiliki usaha-usaha baru, seperti usaha air minum. Listrik sudah mulai merata di Kampung. Ada bea siswa untuk SMP dari Pemerintah Kampung sebesar Rp 600.000/tahun/siswa. SMA sebesar Rp 1.000.000/tahun/siswa. Mahasiswa sebesar Rp 2.000.000/tahun/siswa.

Presentasi selanjutnya oleh Poli Carpus, dari Pemerintah Kapung Tembudan, secara gografis di kelilingi oleh hutan dan perkebunan masyarakat. Berupa hutan mangrove, hutan sawit, hutang lindung  dan pertanian masyarakat. Dataran dekat laut. Cocok untuk pertanian. Terdapat aliran laut dan aliran sungai. Memiliki iklim panas dan dingin. Setiap 13 hari hujan. Keragaman flora terdapat  ulin, meranti, anggrek, sengon, mangrove. Sarana pendidikan PAUD-TK,  SD, dan SMP. Mayoritas lulusan SD. Sarana kesehatan berupa posyandu :  posyandu balita, Posyandu lansia. Pukesmas pembantu (pustu)  dengan satu bidan dan satu perawat. Pelibatan aktor tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh pemerintahan kampung, seperti Karang Taruna, PKK, BPK, Kepala Kampung dan Aparat Kampung. Kegiatan ekonomi seperti petani, buruh pabrik. IDM Kampung Maju. Produk barang dan jasa, seperti pertokoan (batik dan cinderamata) dan penginapan  (homestay). BUMK memiliki jenis usaha, seperti usaha wisata,  usaha outlet (batik dan cinderamata), dan  homestay.  Kualitas tanah cocok untuk pertanian. Pemerintah Kampung memiliki TPA untuk mengelola sampah masyarakat. Bekerja sama dengan LSM untuk mengelola hutan sosial. Teknologi dan informasi sudah ada jaringan telekomunikasi yang dimiliki oleh PT.Telkom. Ada dua NGO yang bekerja sama dengan Pemerintah Kampung (JUNAEDI-YSID).

Kampoeng Mataraman, Bantul – DIY,  Webinar seri 6 sesi kedua Pelatihan dan Pendampingan Akademi Sigap 2021, dilaksanakan Kamis, 18 Maret 2021 pukul 12.30 -15.00 WIB. Kegiatan Webinar kali ini, masih dipandu oleh mentor virtual  dari  Yayasan Sanggar Inovasi Desa (YSID) yaitu Joko hadi Purnomo (Koko) dan nara sumber Eko Pambudi, dari BUMDes Panggung Lestari. Dan diikuti oleh 17 BUMK dari Kabupaten Berau , 1 BUMDes dari Kabupaten Kutai Timur dan 1 BUMDes Kabupaten Kutai timur, Provinsi Kalimantan Timur.

Review Analisa SWOT terlebih dahulu, menurut Koko, apa yang sudah dipaparkan oleh semua peserta terkait Analisis kurang fokus. Salah satu yang digaris bawahi oleh Koko harus fokus kepada tujuan (goal) usaha BUMK/BUMDes : “menambah unit usaha BUMK/BUMDes. Dalam kesempatan ini, masih menurut Koko perlu memilih kontributor yang sesuai, misalnya ahli ekonomi dan ahli riset. 

Selanjutnya kita melakukan rapat FGD, dengan menggunakan matrik Analisis SWOT. Kuadaran I : SO Strenghts Opportunities. Kuadaran II : WO Weaknesses Opportunities. Kuadran III : ST Streghts Threats. Kuadran IV : WT Weaknesses Threats.

Sebagai simulasi adalah  penambahan unit usaha BUMK : Pangkalan Gas LPG 3 kg

S : Strenghts  (Kekuatan) 

  1. SDM yang mampu berjejaring pihak agen
  2. Sarana dan Prasarana yang memadai
  3. Gudang LPG
  4. Lokasi Strategis
  5. Harga Terjangkau
  6. Pelayanan yang memuaskan
  7. Kualitas produk yang terjamin
  8. Distribusi yang relatif cepat dan mudah
  9. Regulasi dan legalitas
  10. Keunikan usaha

W : Weaknesses (Kelemahan)

  1. Strategi pemasaran belum efektif ( belum terjangkau secara luas)
  2. Sistem administrasi dan pembukuan masih konvensional
  3. SDM yang menangani keluar masuk
  4. SDM belum sesuai kebutuhan
  5. Kurangnya analisa pasar
  6. SOP Pelayanan yang masih kurang
  7. Keterlambatan Stok
  8. Keuntungan tidak maksimal
  9. Modal terbatas
  10. Kualitas stok barang yang tidak sesuai

O : Opportunities ( Peluang )

  1. Jaminan pasar masih cukup luas
  2. Jaminan kualitas produk
  3. Jejaring dengan pangkalan
  4. Tidak ada pesaing
  5. Jaminan kepercayaan
  6. Jaminan stok
  7. Menggandeng investor

T : Threats (Ancaman)

  1. Retribusi liar
  2. Kompetitor liar
  3. Rawan terjadi manipulasi stok produk
  4. Kerawanan pencabutan ijin dari pihak ketiga

Strategi Kuadara I (SO) :

  1. Dengan adanya sarana dan prasarana yang cukup kita akan mengajak kerja sama investasi (2.7)

Strategi kuadran II (WO) :

  1. Open rekrutmen untuk memenuhi kebutuhan SDM agar tidak gonta ganti  sekaligus untuk memenuhi  jaminan pasar yang cukup luas. (3,4.1)

Strategi Kuadaran III (ST)

  1. Perlunya regulasi dan legalitas untuk menganttisipasi kerawanan terjadi manipulasi stok produk (9.3)

Strategi Kuadran IV (WT)

  1. Memperbaiki sistem administrasi dan pembukuan untuk menghindari pencabutan ijin dari pihak ketiga (2.4) (JUNAEDI-YSID).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *