Pendampingan Akademi Kampung Sigap Hari ke- 2 : Menyusun Visi dengan S.M.A.R.T.

Kampoeng Mataraman, Bantul – DIY,  Pendampingan hari ke-2 sesi pertama,  tentang Tata Kelola Pemerintahan Kampung – sebagai  rencana tindak lanjut dari hasil asesmen yang dilakukan oleh Yayasan Sanggar Inovasi Desa (YSID) untuk pengimplementasian Akademi Kampung SIGAP Kalimantan Timur, dilakukan Kamis, 4 Maret 2021, jam : 09.00 – 11.00 WIB. Bertindak sebagai  fasilitator dari YSID adalah Muhammad Zidny Kafa dan Any Sundari. Dalam kesempatan pagi menjelang siang itu, masing-masing peserta yang berasal dari unsur pemerintah kampung se-Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur menyampaikan hasil penugasan yang telah diberikan oleh fasilitator pada pendampingan hari ke-1, pada Senin, 1 Maret 2020.

Peserta pertama, adalah Burhanudin Mide dari Pemerintah Kampung Pilanjau, menyampaikan hasil penugasan sesuai dengan S.M.A.R.T. Lembar Kerja. Dimulai dari Visi Desa, Visi seperti apa yang ingin dicapai? Visi Pemerintah Kampung Pilanjau Pemerintahan yang transparan dan bersih,  dilanjutkan dengan S atau Specific, Apakah yang ingin Anda capai atau selesaikan? Siapa saja yang perlu dilibatkan? Kapan Anda akan melakukannya? Kenapa Visi ini menjadi tujuan?  Beliau menjawab, ”Pelayanan yang cepat dan Pemerintah Kampung berusaha transparan”. Selanjutnya M atau Measurable? Bagaimana Anda akan mengukur keberhasilan atau bagaimana cara mengetahui bahwa visi sudah tercapai? Dijawab dengan terciptanya kerja sama antara Pemerintah Kampung dengan masyarakat. Kemudian A atau Achievable? Apakah Desa memiliki ketrampilan untuk mencapai visi? Jika tidak bagaimana cara memperoleh ketrampilan tersebut? Apakah upaya yang dibutuhkan setara dengan visi yang ingin dicapai? SDM sekarang lebih baik setelah sering diadakan kegiatan pelatihan dan anak usia sekolah semuanya sudah sekolah. Partisipasi masyarakat dalam membangun luar biasa, tetapi desa belum memiliki ketrampilan. Selanjutnya R atau Relevant? Mengapa saya menetapkan visi itu sekarang? Apakah sudah sejalan secara keseluruhan? Sebagai Motivasi, sesuai dengan kata-kata bijak : “apa  yang dapat Anda berikan kepada kampung bukan sebaliknya kontribusi apa yang bisa diberikan kampung kepada Anda. Dilanjut T atau Time-Bound? Kapan tenggat waktunya? Dan apakah itu realistis? Sudah 5 tahun, ada perubahan yang signifikan dalam pembangunan. Terakhir SMART VISI? Tinjau ulang visi yang sudah dituliskan di atas, dan buatlah pernyataan baru berdasarkan jawaban yang sudah anda tuliskan di atas? Lebih mempertajam visi sesuai dengan realitas sekarang. Setelah peserta menyampaikan hasil penugasannya, kemudian ditanggapi oleh fasilitator yaitu Any Sundari bahwa ada beberapa hal yang tidak menyambung, artinya relevansi antara visi dengan capaian kurang sesuai.

Peserta kedua, adalah Iskandar  Sekretaris Kampung Karangan Ilir, memaparkan tentang Visi Desa? Tulislah Visi yang ingin dicapai? yaitu mewujudkan masyarakat, pemerataan pembangunan ekonomi bertumpu pada sumber daya lokal serta masyarakat Desa Karangan Ilir adil, sejahtera, dan berakhlaq mulia. S atau Specific, Apakah yang ingin Anda capai atau selesaikan? Siapa saja yang perlu dilibatkan? Kapan Anda akan melakukannya? Kenapa Visi ini menjadi tujuan?  Jawabannya

  1. Masyarakat Desa yang beriman dan bertakwa serta berakhlaq mulia. Realisasinya dengan melakukan kegiatan pembinaan masyarakat dalam kegiatan keagamaan.
  2. Masyarakat Desa tanpa kelaparan dan kemiskinan melalui upaya peningkatan dan pemerataan ekonomi di Desa. Realisasinya dengan memberi alokasi anggaran 50 juta per RT.
  3. Mewujudkan Desa Sehat melalui upaya siaga pencegahan dan penanggulangan penyakit serta implementasi  Desa Peduli lingkungan. Realisasinya melalui program-program Posyandu balita dan lansia, program pencegahan stunting terhadap ibu melahirkan, program sampah dengan memberi satu rumah satu tong sampah dan menganggarkan 2.000.000 untuk 1 orang penarik sampah serta  proses rancangan peraturan kampung tentang pengelolaan sampah.
  4. Peningkatan mutu SDM Desa melalui Program Desa Peduli Pendidikan. Realisasinya dengan mendirikan sekolah untuk PAUD, Pendidikan pertanian hidroponik
  5. Melibatkan perempuan di Desa untuk berpartisipasi dalam pembangunan dan pemberdayaan di Desa. Realisasinya melibatkan ibu-ibu PKK, Kampung KB.
  6. Perluasan jaringan dan mitra kerja sama untuk kemajuan Desa. Realisasinya melalui BUM Kam.
  7. Mewujudkan Desa yang peduli kebudayaan yang merupakan identitas dan ciri khas bangsa. Realisasi program perhutanan sosial yang diserahkan kepada Desa Adat.

Selanjutnya M atau Measurable? Bagaimana Anda akan mengukur keberhasilan atau bagaimana cara mengetahui bahwa visi sudah tercapai? Jawabannya Pengukuran Keberhasilan 7 poin tujuan tersebut di atas adalah:

  1. Pemantauan Langsung

Kepala Desa, Perangkat Desa, serta Lembaga Desa adalah bagian dari masyarakat desa yang setiap harinya berbaur dengan bersosialisasi dengan masyarakat melalui sosialisasi  di masyarakat secara tidak langsung dapat dilihat pola dan kebiasaan masyarakat apakah sudah sesuai dengan visi  yang sudah kita rencanakan, setiap hari akan kita lakukan implementasi dan setiap hari akan kita lakukan pemantauan.

  • Pendataan secara berkala, pendataan melalui kuisioner, dalam hal ini lebih kepada tingkat kepuasan warga terhadap program yang sudah dilaksanakan desa dan manfaat yang sudah dirasakan warga desa melalui program desa.

Kemudian A atau Achievable? Apakah Desa memiliki ketrampilan untuk mencapai visi? Jika tidak bagaimana cara memperoleh ketrampilan tersebut? Apakah upaya yang dibutuhkan setara dengan visi yang ingin dicapai? Jawabannya Ketrampilan yang dimiliki Desa dan masyarakat Desa saat ini masih terbatas, sehingga tujuan utama dari 7 poin di atas adalah bagaimana setiap bidang tersebut SDM Desa mampu dan terampil untuk mengkoordinir dan bermitra sehingga Pemerintah Desa dalam implementasinya.

Untuk mencapai mutu SDM untuk mengimplementasikan 7  poin tersebut saat ini pemerintah Desa bermitra dengan semua unsur di luar desa untuk membimbing dan membina, contohnya untuk program penanggulangan stunting di Desa Karangan Ilir, pemerintah Desa meminta pembinaan dan program kerja bersama dengan penyuluh gizi dan penyuluh kesehatan lingkungan.

Selanjutnya R atau Relevant? Mengapa saya menetapkan visi itu sekarang? Apakah sudah sejalan secara keseluruhan? Karena visi ini selaras dengan tujuan pembangunan nasional berkelanjutan. Visi ini sudah berjalan keseluruhan, tinggal evaluasi untuk peningkatan implementasi agar lebih baik lagi.

Dilanjut T atau Time-Bound? Kapan tenggat waktunya? Dan apakah itu realistis? Jawabannya secara umum tidak ada tenggat waktu lamanya  visi ini sebagaimana telah disebutkan di atas merupakan hal yang tidak terpisahkan dari hak warga Desa  sehingga akan terus dilaksanakan selama hayat masih dikandung badan.

Akan tetapi untuk peta konsep waktu dibagi menjadi 3 tahap :

  1. Tahap pengenalan dan pelaksanaan 12 bulan
  2. Tahap pendampingan dan pelaksanaan  24 bulan
  3. Tahap pengembangan dan pelaksanaan 12 bulan

Terakhir SMART VISI? Tinjau ulang visi yang sudah dituliskan di atas, dan buatlah pernyataan baru berdasarkan jawaban yang sudah anda tuliskan di atas? Jawabannya dalam merencanakan visi di desa tidak perlu bersusah payah untuk merumuskan dan menyusun program di dalamnya, gambaran umum dari visi pembangunan sudah tersedia secara nasional yang sudah dirumuskan oleh pakar-pakar di negeri ini, yang terpenting saat ini adalah bagaimana desa mengadopsi visi tersebut dan disesuaikan dengan kondisi desa serta kewenangan desa, sehingga yang lebih fokus adalah implementasi dari visi tersebut dan tujuan visi itu bisa tercapai tentunya dengan tetap bermitra dengan tokoh-tokoh/lembaga yang berkompeten baik yang ada di desa maupun di luar desa.

Setelah peserta menyampaikan hasil penugasannya, kemudian ditanggapi oleh fasilitator yaitu Any Sundari bahwa proses inisiasi di tingkat bawah ( desa) historinya cukup banyak dan kontak sosial menjadi sangat penting antara masyarakat, Pemkam dan BPK bersepakat untuk  berinovasi terus dalam rangka kemandirian kampung. Sementara menurut  M. Zidny Kafa, fasilitator lainnya, menggaris bawahi tentang perlunya menggali data-data dan informasi yang lebih mendalam lagi (lebih spesifik tentang Visi Desa).

Peserta ketiga, adalah Haji Darwis, dari Pemkam  Tanjung Batu. memaparkan tentang Visi Desa? Tulisalah Visi yang ingin dicapai? yaitu mewujudkan masyarakat yang mandiri berbasis musyawarah mufakat. S atau Specific, Apakah yang ingin Anda capai atau selesaikan? Siapa saja yang perlu dilibatkan? Kapan Anda akan melakukannya? Kenapa Visi ini menjadi tujuan? Jawabannya memberikan bantuan langsung dalam bidang perikanan, perkebunan dan masyarakat yang membidangi masing-masing keahliannya.

Selanjutnya M atau Measurable? Bagaimana Anda akan mengukur keberhasilan atau bagaimana cara mengetahui bahwa visi sudah tercapai? Jawabannya Taraf hidup perekonomian masyarakat meningkat sehingga masyarakat tidak membutuhkan bantuan dari Pemkam lagi.

Kemudian A atau Achievable? Apakah Desa memiliki ketrampilan untuk mencapai visi? Jika tidak bagaimana cara memperoleh ketrampilan tersebut? Apakah upaya yang dibutuhkan setara dengan visi yang ingin dicapai? Jawabannya Kampung memiliki SDA yang kaya dalam bidang perikanan, perkebunan dan pariwisata.

Selanjutnya R atau Relevant? Mengapa saya menetapkan visi itu sekarang? Apakah sudah sejalan secara keseluruhan? Jawabannya agar masyarakat dapat meningkatkan penghasilan yang lebih baik. Program belum berjalan keseluruhan karena baru realisasi 1 tahun.

Dilanjut T atau Time-Bound? Kapan tenggat waktunya? Dan apakah itu realistis? 1 tahun belum signifikan ekonomi masyarakat. Apabila ada bantuan lebih prioritas kepada bantuan alat perikanan dan perkebunan atau bantuan untuk kelompok.

Setelah peserta menyampaikan hasil penugasannya, kemudian ditanggapi oleh fasilitator yaitu Any Sundari bahwa visi harus di turunkan lebih spesifik dan detail antara visi dengan capaian, misalnya dengan menggunakan angka presentase. Visi lebih spesifik ke arah kemandirian kampung agar bertahan lama, walaupun ada pergantian kepala kampung tetapi program kemandirian masyarakat berlanjut terus.

Pendampingan hari ke-2 sesi kedua,  tentang Tata Kelola Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) – sebagai  rencana tindak lanjut dari hasil asesmen yang dilakukan oleh Yayasan Sanggar Inovasi Desa (YSID) untuk pengimplementasian Akademi Kampung SIGAP Kalimantan Timur, dilakukan Kamis, 4 Maret 2021, jam : 13.00 – 15.00 WIB.

Hadir sebagai Narasumber, Eko Pambudi –  Direktur BUMDes Panggung Lestari –  Desa Panggungharjo, di pandu sebagai moderator Joko dan fasilitator Any Sundari. Pendampingan sesi ini, adalah eksplorasi tentang Tata Kelola BUMK pada seri 1 yaitu tentang Sinergitas antara Pemkam, BPK dan Pengelola/Pengurus BUMK. Sinergitas merupakan pola hubungan ketiga lembaga tersebut, karena tanpa hubungan baik dan saling percaya sehingga dapat meningkatkan kerja sama ( mutual trust dan mutual benefit ). Hubungan yang tidak baik, dapat dipastikan tidak akan menjamin keberlangsungan BUMK dalam menjalankan roda organisasi.

Dari semua peserta pendampingan sebagian besar, memaparkan bahwa hubungan antara Pemkam, BPK dan Pengelola BUMK sangat baik dan sinergitas sudah berjalan dengan baik. Seperti yang disampaikan oleh Bukhari, dari BUMK DKI Manis, Karangan Ilir. Menurut Bukhari, Hubungan 3 lembaga sangat baik, dan sinergitasnya juga baik. Hal serupa juga disampaikan oleh Sekretaris BUMK Mandiri Jaya Abadi, Campur Sari, hubungan 3 lembaga sangat baik bahkan Pemkam sangat mendukung program-program BUMK. Doni, Ketua BUMK Lebo Asik Merabo memaparkan, hubungan antara Pemkam, BPK dan Pengurus BUMK sekarang sudah sangat baik , walaupun pada awalnya Pemkam kurang perhatian terhadap BUMK dikarenakan belum tahunya apa itu BUMK, tetapi setelah adanya pencerahan melalui pemaparan materi tentang apa itu BUMK saat ini sudah berjalan dengan baik, bahkan Pemkam memberi bantuan 1 unit mobil pick up untuk BUMK, salah aset Pemkam yang dikeluarkan dan menjadi aset BUMK.

Edi Sabirin, Salah satu pengurus BUMDES Sungai Payang, Kabupaten Kutai Kertanegara memaparkan bagaimana sejak berdirinya tahun 2012 vakum tidak aktif, dan mulai tahun 2016 sejak pergantian Kepala Desa yang baru ada suntikan dana sebagai penyertaan modal dari Pemerintah Desa sebesar Rp 300.000.000. Dan pada tahun 2017 kembali mendapat penyertaan modal sebesar Rp 300.000.000. Hal ini bukti bahwa sinergitas antara Pemerintah Desa, BPD dan Pengurus BUMDes sangatlah harmonis berjalan dengan baik. Dan pada tahun 2020 BUMDes dapat menyumbangkan PADes kepada PemDes sebesar Rp 120.000.000.

Hermawan Saputra, pengurus BUMK Tanjung Batu, menyatakan bahwa hubungan antara Pemkam, BPK dan pengurus BUMK sangatlah baik, dan sinergitas sudah berjalan dengan harmonis terbukti pada tahun 2016 tersusunlah Peraturan Kampung tentang berdirinya BUMK dan mengatur tentang BUMK. Juga dikeluarkan SK pengurus BUMK oleh Pemkam.

Ada 2 BUMK yang menurut pemaparan peserta, Sinergitas 3 lembaga belum berjalan baik, yaitu BUMK Rumpun Jaya Mandiri dan BUMK Tabanan Makmur. Menurut penuturan Sriyanto, pengurus BUMK Rumpun Jaya Mandiri, berbicara tentang sinegitas antara Pemkam, BPK dan pengurus BUMK belum berjalan masih mengambang, dikarenakan pengajuan proposal penambahan modal dari pengurus BUMK sampai saat ini, belum direalisasi oleh pemkam. Sementara menurut Maesaroh, sekretaris pengelola unit BUMK Tabanan Makmur menuturkan seperti adanya persoalan yang sedang dihadapi direktur BUMK dengan Pemkam. Dan mundurnya beberapa pengurus BUMK, disinyalir adanya hubungan tidak baik antara pemkam dan direktur BUMK.

Sedangkan menurut Eko Pambudi, selaku nara sumber memaparkan setelah sinergitas sudah terbangun dalam pola hubungan antara 3 lembaga, Pemerintah Kampung, BPK dan Pengurus BUMK maka syarat selanjutnya adalah akuntanbilitas dan transparansi. Akuntabilitas dan transparansi meliputi 2 hal yaitu pengelolaan BUMK yang baik dan benar serta struktur organisasi yang jelas. Lebih lanjut Eko Pambudi, menambahkan kalau modal bukanlah nomor satu dalam pengelolaan BUMK tetapi apabila diurutkan modal berada dalam nomor 4 skala prioritas menjalankan BUMK, Adapun urutannya adalah :

  1. Niat atau motivasi untuk apa?
  2. Pasarnya siapa?
  3. Produknya apa?
  4. Modalnya berapa?

Terkait dengan niat atau motivasi untuk apa? Apabila untuk mendarma baktikan ke kampung atau desa, maka diperlukan loyalitas dan totalitas. Menjadi pengurus atau pengelola BUMK tidak boleh mendua atau pekerjaan sampingan harus total dan profesional. Terkait pasarnya siapa? Sebagai misal, untuk wisata alam peminat khusus pada BUMK Merabo target pasar adalah wisatawan luar negeri, jangan  salah membidik pasar bisa tidak untung. Terkait produk harus berbeda dengan kompetitor lain, ada kekhususan atau kekhasan yang membedakan produk kita dengan produk lain. Terkait penambahan modal, harus dikaji dengan pertimbangan yang matang dalam sebuah proposal yang dilengkapi dengan studi kelayakan usaha. (Junaedi, YSID)